1. Yamaha Mio
Bisa di bilang mio merupakan bintangnya matic di indonesia. bagaimana tidak sejak peluncuranya hingga saat ini penjualan Mio mampu mendongkrak share penjualan yamaha. meski di peruntukan kaum hawa,mio laris manis di beli para pejantan. kalau mau jujur,mio berhasil mengedukasi pasar dan membenamkan image bahwa motor matic oke-oke saja untuk aktifitas sehari-hari
kalaupun ada yang kurang dari sosok mio adalah faktor tangki bahan bakar yang imut,sehingga membuatnya harus sering mampir ke pom bensin. tangki mio menurut buku manual cuma 3,7 L. masalahnya motor matic cenderung boros karna membutuhkan putaran mesin yang cukup tinggi agar motor bisa bergerak. Selain itu,penyakit bawaan motor mio adalah bunyi dencit di bagian belakang.
Dari sisi mein Mio tidak menyodorkan sesuatu yang baru . Mio dikemas Yamaha dengar harga terjangkau di lempar dengan dua varian pada umumnya : spoke whel dan cw. Berhubung mio memang si pelopor,wajar apabila aksesoris dan spare partnya banyak di pasaran. Termasuk Racing Parts dan pola modifikasi yang bisa di terapkan konsumen pada mio.
2.Suzuki Spin
Di banding kedua kompetitornya, ke unggulan spin cuma satu,kapasitas paling besar 125cc. Lainnya tergolong biasa saja.Bentuknya juga condong ke mio,dengan kapasitas 110cc saja matic sudah terasa boros bila di banding dengan bebek. bagaimana bila 125cc ? ini bisa jadi kelemahan dan keuntungan spin.Penggila kecepatan tentu saja memilih spin yang memiliki kapasitas Besar.

poin plus ada di masa servis yang di tawarkan Suzuki. tiga tahun free servis dan ganti oli. Suzuki yang paling andal dari dulu,berani sekali dan menjadi pelopor di antara kompetitor lainya. Jadi jika konsumen membeli spin tidak usah memikirkan servisnya. Apalagi teknologi step masih sebelas dua belas dengan shogun 125cc series/Arashi seperti layaknya Mio dengan Vega series/jupiter series. Tidak menggunakan radiator simpel
3. Honda Vario
Yang satu ini harus di waspadai oleh yamaha. Maklum vario memiliki segalanya meluluh lantahkan dominasi Mio di pasar . Mengusung mesin tipe baru dengan radiator namun memiliki cc lebih kecil di bawah mio (108cc) dengan segala fitur baru yang di tawarkan plus nama besar Honda, pesona produk matic keluaran Honda ini membuatnya ngetop bahakan sebelum motor nampak wujudnya di tanah air sangat kental di honda Vario ini,tetapi ada beberapa tambahan yang merupakan ciri khas Honda di sertakan dalam produk maticnya yang pertama di indonesia ini.

Dari sisi mesin,calon pembeli pasti waspada. Kendati nama Besar jaringan servis Honda tidak perlu di ragukan banyak pengalaman yang tidak mengenakan setiap setiap kali pabrikan me-lounching motor dengan teknologi mesin baru. Ingat kasus MX? ingat kasus kharisma? di mana honda merobak teknologinya meluncurkan kharisma,seketika itu juga komplain bermunculan .Plus satu lagi Teknologi pendingin menggunakan radiator. Terima kasih kepada Yamaha yang sudah membuat konsumen panas-dingin dengan kasus tercampurnya oli dengan air radiator di MX. Waspada.
Diprediksikan nama besar Honda mampu melenyapkan Image bahwa motor matic boros bahan bakar. Apalagi dengan cc mesin yang lebih kecil dari mio , Tampaknya honda memang mengejar irit. Sayangnya irit tidak lagi irit bila mengingat honda Vario mengusung mesin baru dengan radiator. penambah vitur radiator memang hi-tech,tetapi sekaligus membuat ongkos perawatanya pun bertambah. Belum lagi, honda terkenal dengan banyak kasus kelangkaan spareparts di pasaran ( NSR,Tiger,Kharisma,Sonic),hal ini sering membuat konsumen frustasi. Dari sisi kesiapan mekanik,memang tidak perlu ragu. Dengan segala sumber daya menangani motor matic. Harga jual Honda memang tidak murah dan paling tinggi di antara pabrikan jepang lainya.